"Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir karena aktivitas Marapi sejauh ini dinilai belum membahayakan," kata Manajer Pusat Kendali dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Sumbar Ade Edward kepada detikcom, Rabu (21/9/2011).
Meski demikian, memang terjadi peningkatan gempa tremor di Gunung Marapi. Gempa Tremor meningkat beberapa hari belakangan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, gempa tremor dinilai belum membahayakan. Gempa tremor Gunung Marapi menurut Ade merupakan aktivitas normal di mana terjadi pergerakan material di dalam gunung yang kadang-kadang menyemburkan abu vulkanik yang tidak berbahaya.
"Aktivitas vulkanik yang berbahaya dan perlu diwaspadai apabila gunung berapi mulai mengeluarkan semacam pasir atau bebatuan," kata dia.
Untuk saat ini, Pusdalops PB Sumbar sudah berkordinasi dengan aparat terkait di kabupaten/kota yang berdekatan dengan Marapi. Kordinasi ini terkait lokasi posko, jalur evakuasi dan pendataan masyarakat yang perlu dievakuasi jika statusnya naik menjadi siaga.
"Masyarakat tidak perlu cemas dan dan tetap melanjutkan aktivitas sehari-hari. Kalau aktivitas petugas di lapangan memang meningkat misalnya petugas pemantauan Gunung Marapi standby 24 jam," ujarnya.
(fay/vit)











































