AS Diam-diam Pindahkan Bahan Radioaktif dari Irak
Rabu, 07 Jul 2004 11:24 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya secara diam-diam telah memindahkan lebih dari 1,7 ton uranium yang diperkaya dan bahan radioaktif lainnya dari Irak, yang bisa digunakan untuk menghasilkan bom radiologi "kotor" atau mendukung program senjata nuklir.Langkah itu dilakukan AS sebelum penyerahan kedaulatan ke pemerintah interim Irak pada 28 Juni lalu. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (7/7/2004)."Operasi ini merupakan prestasi besar bagi tujuan pemerintahan Bush untuk terus menjauhkan bahan-bahan nuklir potensial berbahaya dari tangan para teroris," tukas Menteri Energi AS Spencer Abraham dalam sebuah statemennya."Ini juga menjauhkan bahan-bahan tersebut dari jangkauan negara-negara yang mungkin berusaha mengembangkan senjata nuklir mereka," imbuhnya.Operasi yang dilakukan bulan Juni lalu itu, melibatkan 20 pakar nuklir AS dari laboratorium rahasia Departemen Energi AS dan sejumlah pasukan AS.Tim telah mengepak uranium dan sekitar 1.000 material radioaktif tinggi lainnya, kemudian mengangkutnya dengan pesawat militer dan menerbangkannya ke Amerika Serikat pada 23 Juni lalu.Bahan uranium tersebut untuk sementara akan disimpan di sebuah fasilitas Departemen Energi AS yang dirahasiakan. Sementara bahan radioaktif akan diperiksa lebih jauh di sebuah laboratorium pemerintah AS.Departemen Energi menyatakan bahwa operasi pemindahan ini sejalan dengan "resolusi Dewan Keamanan PBB yang terkait" dan ditujukan untuk "memastikan keselamatan dan keamanan rakyat Irak."Lembaga pengawas nuklir PBB atau Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan pejabat-pejabat Irak telah diberitahukan lebih dahulu soal langkah AS tersebut.
(ita/)











































