Kampanye Politik Tak Boleh Dilakukan di Sekolah

Kampanye Politik Tak Boleh Dilakukan di Sekolah

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2011 09:24 WIB
Kampanye Politik Tak Boleh Dilakukan di Sekolah
Jakarta - Jelang pensiun, Kepala Seksi Dinas Pendidikan Dasar (Kasi Dikdas) Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Usman, mendeklarasikan dirinya siap meramaikan Pemilukada DKI Jakarta 2012. Bukti kesiapan yang ditunjukkan Usman, dengan memasang spanduk meminta dukungan di kantornya.

Tindakan Usman ini dinilai melanggar ketentuan. Menurut Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Suradika, kampanye politik dalam bentuk apa pun tidak boleh dilakukan di lingkungan pendidikan.

"Seharusnya gedung-gedung yang berkaitan dengan dunia pendidikan tidak boleh menjadi tempat orang untuk berkampanye politik. Karena itu sifatnya bukan edukasi dan informatif," tutur Agus kepada detikcom, Rabu (21/9/2011).

Agus tidak ingin mengomentari lebih lanjut terkait tindakan Usman tersebut. Dia kembali menegaskan lingkungan pendidikan tidak boleh disusupi kepentingan politik dari dan oleh siapa pun.

"Saya no comment-lah tentang sahabat saya itu. Tapi saya tahu beliau orang yang concern dengan dunia pendidikan. Dan dia memang akan segera pensiun. Bukan hanya dia, calon gubernur yang lain pun tidak boleh," tegas pria yang menjabat sebagai Ketua Muhammadiyah DKI Jakarta ini.

Agus sudah memerintahkan sudin terkait untuk membersihkan spanduk-spanduk tersebut. "Saya sudah minta Sudin untuk melakukan sterilisasi agar semua lembaga pendidikan harus bersih dari kampanye politik. Dan kalau memang spanduk itu ada tentu harus dicopot," tandasnya.

Usman memasang spanduk meminta dukungan dalam Pemilikada DKI di kantornya di Jalan Ladon, Rawamangun, Jakarta Timur. Pada spanduk yang didominasi warna merah dan berukuran 120 x 90 cm, di bagian sisi kanan dan kirinya terpampang foto Usman yang mengenakan topi, kaca mata dan berjaket.

Pada pojok kanan bawah tertera tulisan berwama hitam dan berukuran kecil bertuliskan 'Komunitas Pendidikan DKI Jakarta'. Sedangkan di bagian tengah spanduk itu bertuliskan 'Selamat Bang Haji Usman, Kepala Seksi Dinas Dikdas Kecamatan Pulogadung, Maju Menjadi Calon Independen Gubernur DKI Jakarta Tahun 2012-2017'.

"Yang jelas apa yang saya lakukan (menempel spanduk) belum melanggar dan dilakukan dengan penuh kesadaran," kata Usman kepada wartawan, Selasa (20/9/2011)

Usman juga mengklaim mendapat dorongan maju menjadi calon gubernur independen dari beberapa pengusaha. Namun dia tidak menjelaskan berapa dana yang akan ditalangi para pengusaha tersebut kepadanya.

(lia/vit)


Berita Terkait