BK Minta Beberapa Laporan Transaksi Mencurigakan Anggota DPR

BK Minta Beberapa Laporan Transaksi Mencurigakan Anggota DPR

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2011 02:01 WIB
BK Minta Beberapa Laporan Transaksi Mencurigakan Anggota DPR
Jakarta - Badan Kehormatan (BK) DPR meminta beberapa laporan transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh beberapa anggota DPR. BK heran mengapa hanya transaksi mencurigakan seorang anggota Banggar DPR yang dilaporkan PPATK.

BK DPR mengajukan permohonan agar PPATK menelusuri transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh beberapa anggota DPR. Permohonan tersebut disampaikan kepada PPATK melalui pimpinan DPR.

"Jadi sebenarnya ada beberapa orang yang diajukan ke beberapa instansi termasuk PPATK melalui pimpinan DPR.Surat tersebut sudah disampaikan ke pimpinan DPR atau belum kita tidak tahu, karena pimpinan DPR belum memberikan informasi apa-apa," ujar Ketua BK DPR, M Prakosa, kepada detikcom, Rabu (21/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BK DPR memang ingin menelusuri sejumlah anggota DPR yang tengah diproses di BK DPR. Utamanya anggota DPR yang diadukan masyarakat terkait sejumlah pelanggaran kode etik dan menyangkut pelanggaran hukum.

"Orang yang sedang kita tangani di BK DPR. Ada yang diperiksa ada yang sedang diduga. Prosesnya berkembang dalam pemeriksaan, jadi kita minta bantuan beberapa lembaga," tutur Prakosa.

BK DPR pun tak paham ketika pimpinan DPR mengumumkan ada laporan transaksi mencurigakan dari seorang anggota Banggar DPR. Kemudian hal tersebut juga memicu kontroversi.

"Sudah saya katakan ini memicu masalah baru," keluhnya.

Ketika pimpinan DPR mengumumkan adanya seorang anggota Banggar yang melakukan 21 transaksi mencurigakan, seorang anggota Banggar dari FPAN Wa Ode Nurhayati pun merasa dituding. Wajar saja, Wa Ode adalah satu-satunya anggota Banggar DPR yang tengah diperiksa BK DPR.

Wa Ode dan FPAN kemudian meminta pimpinan DPR terbuka mengungkap siapa identitas yang dimaksud. Namun pimpinan DPR tetap menolak membuka lebih lebar data PPATK tersebut.

(van/gah)


Berita Terkait