Wartawan Diusir Dari Ponpes Al Zaytun

Wartawan Diusir Dari Ponpes Al Zaytun

- detikNews
Rabu, 07 Jul 2004 10:52 WIB
Indramayu - Sekitar 20 wartawan yang ingin meminta klarifikasi terkait penggelembungan suara dan TPS liar di pondok pesantren (ponpes) Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/7/2004) diusir pihak keamanan tanpa alasan yang jelas. Rombongan wartawan yang datang dari Bandung, Cirebon dan Indramayu semula mendatangi Pengelola Majalah Al Zaytun, Rosyid dan Lukman. Wartawan lalu diantar untuk bertemu petugas protokoler Yayasan Pesantren Indonesia yang mengelola Ma'had Al Zaytun, bernama Abdul Halim.Abdul Halim meminta wartawan memenuhi prosedur dan persyaratan, seperti kartu pers, SIM dan KTP. Kemudian, tanda pengenal milik wartawan di foto copy."Kita punya aturan, karena ini lembaga pendidikan maka untuk melindungi 7.000 santri dari pihak yang tidak bertanggung jawab, anda harus menunjukkan tanda pengenal," tandas Abdul Halim."Nanti saya tanya dulu, apakah pimpinan ponpes Al Zaytun Syaikh Panji Gumilar bersedia ditemui atau tidak," imbuhnya.Menanggapi hal itu, salah seorang wartawan dengan nada bercanda berujar "Seperti masuk ke Istana Negara saja," celetuknya. Sontak ucapan wartawan tersebut membuat marah Abdul Halim. "Terserah kami dong, ini rumah kami. Kalau tidak suka keluar," teriak Abdul Halim sambil menggebrak meja.Adu mulut pun tak dapat dihindari dan wartawan memilih meninggalkan kompleks ponpes Al Zaytun yang luasnya 200 hektar tersebut.Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi Jawa Barat mengaku menemukan indikasi penggelembungan pemilih pada 83 TPS di Al Zaytun. Kasus serupa juga terjadi saat pemilu legislatif. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads