"Tadi Presiden menjawab bahwa reshuffle, beliau tidak pernah memikirkan dalam bentuk matter. Dia menilai, analisa itu dalam rangka menilai keseluruhan menterinya. Bahwa setelah dua tahun bekerja, siapa yang mampu, siapa yang tidak mampu, siapa yang kena masalah, siapa yang sakit dan beliau nanti akan putuskan bulan depan," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di Gedung Sekretariat Negara, Jl Majapahit, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2011).
Menurut Sofjan, pihaknya tadi meminta agar Presiden segera melakukan reshuffle jika memang ada. Sebab hal ini demi kepastian hukum dan bursa saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofjan menambahkan, dalam perbincangan itu, SBY tidak memberi tahu apa yang akan dia putuskan dalam evaluasi para menterinya. Namun Apindo mendesak SBY agar jangan mengombang-ambingkan nasib para pengusaha.
Isu reshuffle, lanjut Sofjan, sangat mengganggu kerja pengusaha. Karena itu para pengusaha membutuhkan kepastian agar segera bisa kembali kerja.
"Tapi ya tentu kita semua apapun yang terjadi, Presiden mendukung menteri-menteri. Kalau policy salah bisa salah kita semua. Cuma kalau korupsi, ya korupsi, mesti bisa dibedakan. Jangan sampai semua orang takut bekerja. Kita sudah dorong apa yang perlu didorong," tutupnya.
(nik/mad)
