Elvira menceritakan peristiwa ini berawal saat dirinya didatangi oleh seseorang bernama Dimson Sinaga. Dimson yang mengaku sebagai debt collector datang ke kantor pengacara di KAHA Plaza, Tebet, Jakarta Selatan, tempat Elvira magang, pada Senin 19 September 2011 sekitar pukul 15.00 WIB kemarin.
"Dia datang bersama dua orang tentara berpakaian dinas. Tapi saya nggak tahu tentaranya siapa karena tertutup jaket seragamnya," kata Elvira kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasannya belum bayar 4 bulan. Lalu, saya katakan mobil ini dibawa Ortu saya dari Palembang. Saya pakai karena papa saya lagi ke luar kota. Saya lalu suruh mereka telepon papa saya," papar Elvira.
Menurut Elvira, ayahnya juga sempat mempertanyakan kedatangan Dimson yang dikawal 2 oknum tentara itu. "Dia (pelaku) menjelaskan kalau tentara itu hanya untuk pendampingan saja," kata dia.
Elvira mengatakan, ayahnya telah menjelaskan mobil tersebut didapat dari rekannya yang berutang sejumlah uang kepadanya. Ayahanda Elvira tidak tahu-menahu jika mobil tersebut bermasalah.
"Jadi ada orang berutang sama Papa saya. Lalu mobilnya ini dijaminkan ke Papa saya. Saya jelaskan kalau saya nggak ada sangkut paut, harusnya yang berutang itu yang dikejar," kata Elvira.
Setelah ayahanda Elvira memberi penjelasan via telelpon, akhirnya Dimson dan dua tentara itu meninggalkan kantor Elvira. Elvira tetap menolak memberikan kunci mobilnya kepada pelaku.
Rupanya persoalan tidak selesai sampai di situ saja. Di hari yang sama sekitar pukul 16.30 WIB, Dimson datang lagi bersama 7 pria berbadan tinggi besar menggunakan 3 mobil Toyota Avanza warna hijau, Honda CRV warna putih dan sebuah mobil jenis sedan. Mereka mendesak Elvira agar menyerahkan mobilnya.
"Mereka ngotot mau derek mobil saya, terus orang yang tinggi besar itu bilang kalau dia adiknya mantan petinggi Polri," kata Elvira.
Elvira akhirnya mengajak mereka untuk menyelesaikan permasalahan di kantor Polsek Tebet. Elvira kemudian memegang kendali mobil Fortuner miliknya. Di dalam mobil tersebut, Elvira ditemani Dimson dan seorang anak buah Dimson.
"Jalan dari kantor lewat Sudirman, mereka lalu mengarahkan mobil saya ke kiri. Kata saya, ke Polsek itu ke kanan," kata Elvira.
"Mereka bilang, ini tempat ramai nggak mungkin diturunin di tempat ramai," ujar Elvira menirukan ucapan pelaku.
Saat tiba di depan BCA Tebet Dalam, mobil Elvira dihadang oleh mobil Avanza warna hijau. Elvira tidak mengetahui berapa orang di dalam mobil tersebut.
"Dia nabrakin mobilnya ke mobil saya. Lalu satu orang turun dari dalam mobil itu, merebut kunci mobil. Bapak yang di dalam juga ngerebut kunci saya. Saya akhirnya rebutan kunci sama yang di dalam mobil saya," kata dia.
Elvira kemudian berteriak hingga terdengar oleh warga sekitar. Namun, ia tidak berhasil menyelamatkan mobilnya. Pelaku membawa kabur mobilnya. "Saya dipaksa turun, dan mereka mengambil mobil saya," kata Elvira.
Elvira sempat melihat dua tentara yang semula datang ke kantornya. "Saya lihat tentara itu saya lihat pakai motor bebek warna merah KB 2368 WA. Tapi pas rebutan mobil, mereka nggak ada," tuturnya.
Akibat perampasan mobil itu, Elvira tidak hanya kehilangan mobil. Ia juga mengalami luka memar dan cakaran di tangannya. "Saya dicengkeram oleh para pelaku," kata dia yang mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Tebet.
(aan/asy)











































