"Kami mendesak DPR, pertama bubarkan Badan Anggaran DPR sekarang juga, tangkap mafia anggaran yang bersarang di Senayan, kembalikan uang rakyat sekarang juga, stop kebocoran APBN," kata koordinator lapangan, Muhammad, di depan gerbang Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2011).
Dalam aksi itu, Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) juga turut ambil bagian. Mereka membawa sejumlah spanduk dan bendera organisasi.
Spanduk yang dibawa antara lain bertuliskan 'Tangkap mafia anggaran', 'Tangkap dan gantung mafia anggaran DPR RI', 'Bersihkan mafia DPR' dan 'Bubarkan Banggar'. Sebagian spanduk dipasang di pintu gerbang DPR. Massa yang datang antara lain mengenakan jas almamater berwarna biru tua, biru langit dan hijau. Namun banyak juga yang mengenakan pakaian bebas.
Para demonstran menyanyikan lagu-lagu nasional. Aksi yang dimulai sejak pukul 13.30 WIB ini tidak memacetkan lalu lintas Jalan Gatot Subroto lantaran aksi hanya digelar di depan pintu gerbang. Sekitar 50 polisi tanpa senjata lengkap menjaga demo tersebut.
Massa sebelumnya sempat merusak baliho yang dipasang di dekat pintu gerbang Gedung DPR. Spanduk berukuran 2x2 meter itu bertuliskan 'Dengan memperingati international day of democracy September 15th kita wujudkan harapan dan aspirasi masyarakat'.
Demonstran merusak baliho itu dengan menggunakan bambu untuk memasang bendera. Karena baliho itu tingginya sekitar 3 meter, maka yang berhasil dirobek dan dilubangi hanya sisi bawah spanduk.
(vit/nwk)











































