Kabar Cerai Suharso Monoarfa Dinilai Politisasi pada PPP

Kabar Cerai Suharso Monoarfa Dinilai Politisasi pada PPP

- detikNews
Selasa, 20 Sep 2011 13:42 WIB
Kabar Cerai Suharso Monoarfa Dinilai Politisasi pada PPP
Jakarta - Kabar Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa digugat cerai oleh sang istri, Carolina Kaluku, telah menjadi konsumsi publik. Kabar ini sama sekali tak ada kaitan dengan pekerjaan Suharso. Jika cerai dikaitkan dengan isu reshuffle, PPP menilai hal itu sebagai politisasi.

"Kalau istrinya menggugat (cerai) itu soal pribadi, tidak terkait dengan pekerjaannya. Ini politisasi terhadap PPP, khususnya menyangkut pada Pak Suharso," kata Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2011).

Di mata Hasrul, Suharso adalah sosok yang memiliki kinerja bagus, seorang pekerja keras, dan orang yang ulet. Menurut dia, menteri dari PPP yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sampai sampai saat ini amanah.

"Saya terganggu pemberitaan yang menyatakan Suharso Manoarfa selingkuh, kami tidak mengenal itu, itu merugikan PPP termasuk Presiden. Tidak ada dalam ajaran kami," tutur Hasrul.

Soal reshuffle merupakan hak prerogatif presiden, yakni hak yang melekat pada diri seorang presiden. Karena itu PPP memberikan kesempatan pada Presiden SBY untuk melakukannya atau tidak sama sekali.

"Namun publik berhak tahu apa alasan reshuffle itu. Idealnya publik berhak tahu mengapa ada reshuffle, apa penyebab reshuffle. Apakah karena korupsi atau kinerja yang kurang baik, atau memang ada sesuatu lain yang menurut presiden menggangu kinerja pemerintahan," sambung Hasrul.

Untuk diketahui, selain Suharso, di kabinet duduk menteri asal PPP yakni Suryadharma Ali yang menjadi Menteri Agama.

(vit/nwk)


Berita Terkait