"Belum ada (pertemuan dengan Golkar)," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2011).
Menurut Agung, Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya reshuffle kepada Presiden SBY. Partai berlambang beringin ini juga tidak berminat untuk mendesak Presiden untuk melakukan pergantian kabinet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wacana reshuffle kabinet tengah hangat dibicarakan sejumlah kalangan. Sejumlah menteri disebut-sebut bakal dilengserkan.
Sebelumnya beredar kabar Menteri ESDM dan Menhub terancam direshuffle. Freddy dinilai gagal melaksanakan program zero accident angkutan darat, laut, dan udara. Sedangkan Darwin banyak menuai kritikan selama menjabat Menteri ESDM.
Menko Kesra yang juga Waketum Golkar Agung Laksono juga dikabarkan akan tergusur. Wakil Ketua Umum Golkar Sharif Cicip Sutarjo dikabarkan tengah disiapkan untuk menggantikan Agung. Ada juga Sekjen Golkar Idrus Marham yang dikabarkan ada di barisan antre posisi menteri.
Namun demikian, Istana sebelumnya berharap wacana reshuffle tidak menjadi kontraproduktif, seperti ada kesan desakan seolah-olah mendikte Presiden.
(anw/aan)











































