"Ada isu-isu berkembang, Gilang itu anak pejabat. Tapi kita pastikan, dia bukan anak pejabat, tapi (orangtuanya) pekerja wiraswasta," kata Baharudin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/9/2011).
Baharudin mengatakan, pihaknya akan tetap proporsional dan profesional dalam proses penyidikan bentrokan antara pelajar SMA 6 dan wartawan itu. Tidak peduli anak siapapun yang terlibat, akan diproses.
"Anak pejabat sekali pun tetap diproses," ucap Baharudin.
Gilang Perdana, sosok yang diduga pelajar SMA 6 Jakarta, sempat 'terkenal' di situs mikrobloging twitter. Dalam akun twitternya @Gilang_Perdanaa, Gilang mengaku telah melakukan pemukulan terhadap wartawan.
Sempat beredar isu, jika Gilang adalah anak dari seorang Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda). Namun, belum diketahui, Wakapolda mana yang dimaksud.
Detikcom sendiri sempat mengkonfirmasi isu itu kepada Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suhardi Alius. Suhardi membantah jika Gilang adalah putranya.
"Bukan. Anak saya di SMA 70," kata Suhardi melalui pesan singkatnya.
"Dari mana info itu? Saya jewer anak saya kalo dia ikut-ikutan gitu (tawuran)," tukasnya.
Seperti diketahui, sejumlah wartawan dan pelajar SMA 6 Jakarta terlibat bentrok di Jl Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam bentrokan ini, lima wartawan dan tujuh pelajar dilaporkan terluka.
Bentrokan merupakan buntut dari pengeroyokan wartawan Trans7, Oktaviardi oleh sejumlah pelajar SMA 6 Jakarta, Jumat (16/9) malam lalu. Dalam pengeroyokan ini, selain terluka, Oktaviardi juga melaporkan perampasan kaset rekaman hasil peliputannya oleh pelajar.
(mei/gun)











































