"Itu hak prerogatif presiden. Mau ajak parpol apa nggak itu juga hak prerogatif presiden," kata Wasekjen DPP Partai Demokrat, Saan Mustopa di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2011).
Namun Saan meyakini, Presiden tetap akan mempertimbangkan parpol koalisi. Menurutnya, Presiden pasti akan berkomunikasi dengan parpol koalisi lebih dulu jika kader parpol yang menjadi menteri, bekerja tidak sesuai dengan pakta integritas yang telah disepakati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saan menilai reshuffle kabinet saat ini adalah momentum yang baik. Perombakan juga merupakan harapan masyarakat agar kinerja pemerintah berjalan lebih baik.
"Bukan desakan, itu harapan. Rakyat itu harapan, kalau parpol desakan. Demokrat tidak pernah mendesak," tuturnya.
Menurut Saan, Presiden tentu akan mempertimbangkan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat.
(lrn/gun)











































