"Caranya bisa menyusupkan polisi yang tidak berseragam di rute-rute yang rawan. Bisa menyamar sebagai penumpang sementara rekan-rekannya terus memantau. Begitu ada yang mencurigakan bisa segera dikejar," ujar pengamat kepolisan, Alfons Loemau kepada detikcom, Selasa (20/9/2011).
Menurut Alfons, mencegah perkosaan dan melakukan deteksi dini, tentunya lebih mudah daripada menghadapi jaringan teroris. Hal ini sederhana, tetapi memerlukan kemauan keras dari kepolisian wilayah seperti Polsek dan Polres untuk memberikan pengamanan dan rasa aman di wilayah operasi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain hal tersebut, polisi juga perlu menggiatkan fungsi Polmas atau sinergi polisi dan masyarakat. Harus dipelajari betul bagaimana cara menerima laporan dari masyarakat. Sehingga masyarakat tidak takut dan segan untuk memberikan info pada polisi.
"Kalau sekarang kan banyak orang malas lapor polisi. Takut nanti malah dijadikan tersangka atau apalah. Ini harus dibenahi juga," harapnya.
(rdf/did)











































