Antisipasi Pemerkosaan, Patroli Jam Malam Harus Ditingkatkan

Antisipasi Pemerkosaan, Patroli Jam Malam Harus Ditingkatkan

- detikNews
Selasa, 20 Sep 2011 09:09 WIB
Antisipasi Pemerkosaan, Patroli Jam Malam Harus Ditingkatkan
Jakarta - Kejahatan seksual di dalam angkutan kota semakin mengerikan. Aparat kepolisian diminta mengambil tindakan agar pemerkosaan tidak kembali terulang. Patroli di malam hari menjadi solusi agar kaum hawa aman dari perbuatan bejat lelaki hidung belang.

"Patroli polisi harus diintensifkan, kerjasama dengan lantas pada jam malam," saran Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane kepada detikcom, Selasa (20/9/2011).

Setelah kasus Livia, mahasiswa Binus yang diperkosa lalu dibunuh, giliran RS, karyawati yang diperkosa di angkot D 02. RS digagahi secara bergiliran oleh dua pelaku dengan kondisi mobil berjalan. Evaluasi terhadap jam operasional dan sopir angkot harus dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Polisi harus lakukan pendekatan ke pemilik angkot agar kejadian serupa tidak terulang," kata Neta.

Menurut Neta, titik yang rawan aksi kejahatan seperti terminal, lampu merah yang biasa dijadikan lokasi ngetem angkot harus mendapat perhatian dari aparat kepolisian. Masyarakat akan nyaman jika melihat ada polisi yang berjaga.

"Makin sering lihat polisi, masyarakat lebih merasa nyaman. Penjahat lihat polisi berfikir dua kali kalau mau beraksi," tandasnya.

(did/rdf)


Berita Terkait