Apa bukan sebuah ironi kalau bangsa Indonesia pula yang membiarkan capaian itu terpuruk, sehingga para insinyur brilian putera-puteri bangsa ahli dirgantara mengalami diaspora, bertebaran dipakai oleh negara-negara lain?
Hal itu disampaikan Duta Besar RI Madrid Adiyatwidi Adiwoso kepada detikcom, di sela-sela kunjungan delegasi Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin untuk meninjau Airbus Military dalam rangka membangkitkan kembali industri strategis Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dubes, upaya untuk membangkitkan kembali industri strategis khususnya dirgantara, dalam hal ini PTDI, sebelumnya sudah diawali oleh pembicaraan antara dia dengan CEO Airbus Military Domingo Urea Raso pada November 2010 lalu.
Dubes berkunjung ke Airbus Military menyampaikan keinginan RI untuk membangkitkan kembali industri strategis seperti dulu. "Saya meminta kemungkinan Airbus Military dapat mempertimbangkan untuk ikut serta merevitalisasi PTDI," ujar Dubes.
Kepada CEO, Dubes menekankan bahwa Indonesia sekarang sebagai negara mandiri menghendaki kerjasama bukan sebagai pekerja, melainkan equal partnership (kemitraan sejajar, red) dan equal footing (keadaan sejajar, red).
Dalam pembicaran tersebut, imbuh Dubes, terdapat antusiasme, keinginan dan kepercayaan dari CEO bahwa kerjasama Airbus Military-PTDI memang harus menghadapi suatu tahap yang lebih intensif dan lebih luas serta keinginan untuk dapat melaksanakannya segera.
Hasilnya, dalam rentang waktu relatif singkat antara November 2010 sampai Juli 2011 telah dilakukan pembahasan secara detil dan teknis oleh kedua pihak dan telah dihasilkan MoU pertama pada bulan Juli tersebut.
"Ini adalah suatu proses yang cukup menggembirakan. Sekarang terserah kepada bangsa Indonesia apakah akan dapat menerima kerjasama ini. Diperlukan dukungan bukan saja oleh pemerintah, tapi juga seluruh unsur nasional kita," papar Dubes.
Dubes menambahkan bahwa merupakan suatu kebanggaan nasional bagi negara di Asia yang mampu menguasai teknologi dirgantara, apalagi bisa beraliansi dengan Airbus.
"Selain di dalamnya terdapat kepentingan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, juga pembangunan teknologi untuk ketangguhan nasional," demikian Dubes.
(es/es)











































