Reshuffle Kabinet Bukan Karena Survei

Reshuffle Kabinet Bukan Karena Survei

- detikNews
Selasa, 20 Sep 2011 01:38 WIB
Jakarta - Prioritas reshuffle kabinet adalah akselerasi kinerja dan capaian pemerintah. Bukan karena survei atau mengakomodasi kepentingan parpol meski masalah reshuffle jadi bagian dari kontrak koalisi.

Demikian disampaikan oleh Daniel Sparinga, staf khusus presiden bidang komunikasi politik. Hal itu disampaikannya melalui telepon, Senin (19/9/2011).

"Tidak datang karena desakan yang muncul dari ruang publik. Tidak juga karena survei katakan ini atau itu. Keperluan melakukan aksélerasi perubahan adalah faktor utamanya," kata Daniel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan di dalam kabinet jelas melibatkan proses politik. Tetapi bukan sekadar menggusur seorang menteri dan mengantinya dengan kader lainnya dari parpol koalisi, sebab yang menjadi prioritas adalah mengefektifkan sisa waktu dalam tiga tahun ke depan.

"Waktu tiga tahun ke depan sangat singkat dan kritis. Akselerasi jadi faktor kunci. Pertimbangan utama bukan jaga perasaan parpol tetapi menjaga perasaan rakyat," papar Daniel.

Bila menjaga perasaan partai mitra koalisi tidak menjadi prioritas, lalu bagaimana dengan pakta koalisi? Di dalamnya ada aturan main soal penggantian kader partai yang jadi menteri?

"Parpol anggota koalisi juga paham akan urgensi ini karena sama sama memiliki keperluan berbuat yang terbaik di tiga tahun ke depan. Sukses pemerintah ini juga sukses mereka," jawab Daniel.

(lh/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads