Gara-gara Mabuk, Seorang Pelaut Tewas Dikeroyok

Gara-gara Mabuk, Seorang Pelaut Tewas Dikeroyok

- detikNews
Senin, 19 Sep 2011 21:47 WIB
Jakarta - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) tewas dikeroyok rekan-rekannya saat melakukan pesta minuman keras. 7 Orang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

"Meninggal setiba di rumah sakit Atmajaya karena dikeroyok," ujar Kapolsek Sunda Kelapa Kompol Dwi Indra Laksmana saat dihubungi wartawan, Senin (19/9/2011).

Menurut Indra, saat ini petugas telah mengamankan 12 orang. 7 Diantaranya diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

"Lima orang lainnya masih dimintai keterangan," terangnya.

Korban diketahui bernama Jimi (20), warga asal Jawa Barat. Pelaku pengeroyokan pun adalah teman-teman Jimi sesama ABK di kapal penangkap ikan.

"Yang melakukan pengeroyokan adalah teman satu kapal dan korban dipukul di bagian kepala menggunakan pecahan botol," kata Indra.

Saat itu, lanjut Indra, korban sedang berkumpul bersama teman-temannya di Ruko Pengedokan Lantai 2, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

"Mereka mabuk-mabukan dan dipengaruhi alkohol," ujarnya.

Polisi masih menyelidiki penyebab utama terjadinya pengeroyokan tersebut.

Sementara itu, seorang saksi mata mengakui adanya perkelahian yang menewaskan Jimi.

"Iya ada yang berantem tadi malam dan karena saya takut saya langsung tutup warung saya," kata pedagang warteg yang enggan disebut namanya kepada detikcom.

Menurut perempuan asal Jawa Tengah itu, sekitar pukul 00.00 WIB, banyak ABK yang datang untuk makan dan minum di lantai dua Ruko Pengedokan. Namun, pada pukul 02.00 WIB dini hari, tiba-tiba terjadi keributan.

"Ada bunyi suara teriak dan ada gelas yang pecah. Saya takut," katanya.

Perempuan beranak dua ini tidak mengetahui adanya korban tewas dalam keributan itu. "Saya baru tahu pukul 04.00 WIB subuh tadi karena ada polisi yang gedor warung saya dan minta keterangan," terangnya.

Saat ini, tempat kejadian yang berupa bangku dan kursi sudah diberi garis pengaman polisi.

(fiq/rdf)


Berita Terkait