"Itu korupsi, kata Ibu Nana (panggilan Dharnawati). Dan bahkan Bu Nan pernah mendatangi Menteri Muhaimin untuk memperingatkan bahwa anak buahnya yang tidak beres," ujar Farhat usai mendampingi kliennya di KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (19/9/2011).
Anak buah yang dimaksud oleh Farhat adalah mantan tim asistensi Ali Mudhori dan Fauzi serta ada juga mantan pejabat Kemenkeu, Sindu Malik. Menurut Farhat, Dharnawati bertemu Muhaimin beberapa saat sebelum ditangkap oleh penyidik KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dharna sendiri, lanjut Farhat merasa keberatan dengan adanya comitment fee pada proyek tersebut. Namun para anak buah Muhaimin itu, lanjutnya, tetap mencoba untuk meminta uang daari Dharnawati.
"Yang wajib disetor itu 10 persen. Tapi hanya Bu Nana yang tidak pernah setor. Mereka tetap berupaya untuk mencari jalan bagaimanaa mendapatkan uangnya untuk Lebaran," terang Farhat.
(fjr/mad)











































