Garuda: Komunikasi Manajemen dengan APG Semakin Baik

Garuda: Komunikasi Manajemen dengan APG Semakin Baik

- detikNews
Senin, 19 Sep 2011 17:30 WIB
Bogor - Manajemen Garuda Indonesia terus melakukan perundingan bersama Asosiasi Pilot Garuda (APG) untuk menyelesaikan persoalan internal mereka. Garuda menilai komunikasi antara kedua beluh pihak terkait masalah mogoknya sejumlah pilot beberapa waktu lalu yang menuntut kenaikan gaji sudah menemukan kesepakatan.

"Situasi terakhir antara manajemen Garuda saat ini dengan APG sudah terjalin komunikasi yang baik," terang VP Flight Operation Garuda Indonesia, Kapten Suhasri Samad, kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Senin (19/9/2011). Hadir pula dalam kesempatan ini VP Coorporation Communication Garuda Indonesia, Pujobroto.

Samad mengatakan, bukti dari hubungan baik tersebut dengan disepakatinya 3 hal dalam sebuah pertemuan yang dilakukan pada 9 September 2011 lalu. Adapun 3 hal tersebut yaitu terkait keberadaan pilot asing, rencana untuk membangun sistem dan model remunerasi bagi penerbang yang sifatnya jangka panjang, dan masalah penghargaan masa kerja penerbang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan adanya kesepakatan dua point tersebut, kita harap kedua pihak fokus menjalani akan yang telah disepakati. Dan kita harapkan jangan ada gonjang-ganjing lagi di luar, karena ini berdampak pada pelanggan yang merasa tidak nyaman," katanya.

"Karena ini sebenarnya masalah perusahaan yang tidak harusnya diributkan di luar," tegas Samad.

Samad menjelaskan, terkait poin keberadaan pilot asing, maka keduanya telah sepakat bahwa ke depan masa kontrak pilot asing akan di-re-negosiasi. Batas waktu re-negosiaso paling cepat akhir Oktober 2011 dan selambat-lambatnya awal November 2011.

"Dalam re-negosiasi ini, pilot dengan status Pegawai Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) baik lokal maupun asing akan mendapatkan fasilitas yang sama hanya sistem penggajiannya yang berbeda. Kalau PKWT asing digaji dengan sistem paket sebanyak 12 kali gaji misalnya paket 80 jam, sedangkan PKWT lokal digaji 14,5 kali dalam setahun. 14,5 itu itu gaji plus berapa banyak jam terbangnya," jelas Samad tanpa menjelaskan secara rinci besaran nilainya.

Terkait sistem dan model remunerasi yang akan diterapkan untuk para pilot, saat ini lanjut Samad, manajemen bersama APG sudah membentuk tim perumus. Samad sendiri, termasuk dalam tim perumus ini.

"Jadi untuk sistem remunerasi ini sudah ada SK per tanggal 16 September 2011 tentang pembentukan tim design perumusan remunerasi. Tim ada 14 orang, 7 dari manajemen dan 7 dari APG," jelasnya.

Seperti apa konsep remunerasi nantinya, Samad belum bisa memprediksi. Hanya saja dia berharap konsep model remunerasi sudah selesai akhir Oktober.

"Dan diharapkan sudah bisa diimplementasikan pada awal tahun 2012, tentunya secara bertahap," tambah Samad.

Samad berharap, sistem dan model remunerasi untuk jangka panjang yang disetujui nantinya akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Selain itu, melalui sistem ini pula, para pilot yang telah mencapai usia batas pensiun 56 tahun diharapkan dapat diberikan penghargaan secara proporsional.

"Tentunya pemberian penghargaan didasarkan kepada kinerja (pay performance)," ungkapnya.

Menurut Samad, saat ini Garuda Indonesia memiliki kurang lebih 800-an pilot lokal dan 34 pilot asing. Jumlah tersebut meliputi pilot tetap dan PKWT.

Dalam kesempatan yang sama, Pujobroto berharap semua pihak konsisten dengan semua kesepakatan yang telah dibuat dan fokus menyelesaikan persoalan ini.

"Karena sampai saat ini proses di dalamnya sedang berjalan. Tapi tentu semua ada ada tahapan, dan kami butuh suasana fokus," kata Pujobroto.

(lia/nwk)


Berita Terkait