“Memang ada mafia di luar, ingin membangkitkan seolah-olah kita bersalah. Dengan harapan tender diulang. Kita punya data-data tentang itu. Bagaimana jaringan ini bekerja. Saya tidak pernah menyebut DPR, DPR tidak pernah terkait. Yang menyebut orang-orang tertentu di luar,” kata Gamawan.
Hal itu disampaikannya menanggapi permintaan sebagian anggota DPR yang minta agar Gamawan buka-bukaan soal mafia tersebut, dalam raker dengan Komisi II DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebelum tender, kita minta dulu harganya ke produsen di luar negeri. Kita tinjau speknya dan semuanya itu di atas Rp 6 triliun. Bahkan ada yang Rp 9 triliun. Tapi kita pilih yang terdekat,” terangnya,
Merasa risau dengan isu tersebut, Gamawan kemudian menuliskan surat agar bila ada hal yang mencurigakan terkait e-KTP, Kapolri dan KPK tidak segan memeriksanya.
“Setelah tender saya buat surat ke Polri dan KPK. Kapolri sudah memberikan jwaban, KPK tidak memberikan pendapat. KPK 2 kali disurati, sebelum tender dan sesudah,” imbuhnya.
(feb/van)











































