"Angkot-kan ada tempat ngetemnya, Babinkamtibmas itu perlu menyambangi tempat ngetem angkotnya itu. Dia harus melihat potensi-potensi kerawanan yang ada di situ," jelas Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Metro Jaya Kombes Erwin Usman kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (19/9/2011).
Erwin mengatakan, dengan beredarnya Babinkamtibmas di tempat ngetem angkot, potensi kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban dapat segera dilaporkan ke Polsek setempat. Tidak hanya kejahatan perkosaan, tetapi kejahatan jalanan yang terjadi di tempat ngetem angkot dapat segera dicegah bila ada Babinkamtibmas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, kejahatan di dalam angkutan umum akhir-akhir ini marak terjadi. Pada umumnya, korban kejahatan di dalam angkot adalah perempuan.
Seperti mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus), Livia Pavita Soelistio (21), ditemukan tewas di pinggir jalan di Cisauk, Tangerang pada 26 Agustus lalu setelah sebelumnya dilaporkan hilang pada 16 Agustus 2011. Livia menjadi korban perampokan yang kemudian diperkosa di dalam angkot dan akhirnya dibunuh oleh 4 pelaku yang merupakan sopir tembak angkot.
Baru-baru ini, RS (27), karyawati sebuah departemen store juga menjadi korban perkosaan. Ia diperkosa oleh dua pelaku, satu di antaranya adalah sopir tembak angkot D.02 jurusan Ciputat-Pondok Labu.
(mei/gun)










































