"Kita sepakat siapa pun pelanggar aturan akan kita tegaskan," ujar Imam usai mediasi di SMA 6 Jakarta, Jl Mahakam, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2011).
Menurut Imam, 3 persoalan pokok yang akan diusut yakni pertama, insiden perampasan kaset milik rekan media Trans 7 pada Jumat (16/9) kemarin. Kedua, pemukulan di halaman SMA 6 Jakarta pada hari ini. Ketiga, provokator pelempar mangkok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam menegaskan, siapa pun yang melakukan pemukulan, entah itu anak jenderal atau siapa pun, pihaknya akan mengungkapnya.
Sementara itu soal senjata tajam yang digunakan siswa, menurut Imam, belum ada saksi yang melihat jelas penggunaan senjata. Saksi hanya melihat pelaku melakukannya dengan tangan.
"Tadi kita tanya saksi mereka baru mengatakan hanya melihat tangan pelaku pemukulan. Tapi untuk menggambarkan muka belum bisa," tutup Imam.
Aksi ini bermula saat wartawan Trans7 mengalami penganiayaan saat melakukan aktivitas jurnalistik. Reporter Oktaviardi mengambil gambar saat anak-anak SMA 70 dan SMA 6 tawuran di sekitar kawasan Blok M pada Jumat (16/9), pukul 18.30 WIB.
Octaviardi kemudian dikeroyok oleh sejumlah siswa berseragam tersebut. Tak hanya dikeroyok, kaset rekaman berisi tawuran antar pelajar itu pun ikut dirampas.
(nik/vit)











































