"Saya pengusaha konveksi, jadi kalau ada transaksi yang Rp 500 juta ke atas sampai Rp 1 miliar, itu biasa saja. Kalau transaksi segitu sudah sering sebelum menjadi anggota DPR," kata Wa Ode di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/9/2011).
Menurut politisi PAN tersebut, usaha konveksi yang sekarang dijalani berasal dari warisan keluarga. Ada juga usaha lain yang menunjang kehidupannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pernyataan pimpinan DPR tentang anggota Banggar yang memiliki transaksi mencurigakan, Wa Ode mendesak agar nama anggota tersebut dibuka secara luas. Tujuannya, agar tidak ada kecurigaan dari publik. Terlebih tudingan itu kini mengarah padanya.
"Harusnya pimpinan itu menyebut nama, supaya tidak ada dusta di antara kita. Tanda-tanda itu mengarah ke saya sudah banyak. Yaitu disebut satu anggota Banggar yang bermasalah di BK, silakan coba dicek di BK siapa anggota Banggar yang diproses ke sana," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan Pimpinan DPR mendapat surat berisi laporan transaksi mencurigakan dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). Di surat itu tertulis, seorang anggota Badan Anggaran DPR terlacak melakukan 21 transaksi mencurigakan.
Wa Ode Nurhayati curiga dirinya dikerjai pimpinan DPR. Dia merasa temuan anggota Banggar dengan 21 transaksi itu mengarah kepada dirinya. Namun dia yakin tidak pernah melakukan transaksi yang melanggar hukum.
(her/mad)










































