"Sekarang belum diserahkan ke BK. Tapi data ini kan cepat atau lambat akan diserahkan, karena yang memerlukan pada waktu itu adalah BK. Maka cepat atau lambat BK akan mengetahui itu," ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/92011).
DPR sendiri sebenarnya meminta PPATK menelusuri banyak nama yang diduga memiliki transaksi yang mencurigakan. Namun saat ini baru satu anggota Banggar saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan bukan hanya anggota Banggar. Tetapi kebetulan yang ini anggota Banggar. Kebetulan saja sekarang ini Banggar kan sedang menjadi hot issue," lanjutnya..
Ke depan, Pramono berharap semua rekening anggota DPR dan juga pejabat publik lainnya diperiksa untuk melihat ada tidaknya transaksi yang mencurigakan. Termasuk pimpinan DPR, dan Pram sendiri mengaku siap diperiksa rekeningnya.
"Semua pejabat publik itu mau tidak mau harus siap sedia agar rekeningnya mau dibuka. Tidak perlu ada ketakutan. Siapa saja termasuk pimpinan, termasuk saya pribadi, kalau dibuka ya monggo," imbuhnya.
(her/mad)










































