Anggota Banggar dari Komisi IV Djoko Udjianto menyatakan ketidaktahuannya seputar dana Rp 500 miliar di Kementerian Pertanian yang sengaja disusupkan anggota Komisi IV DPR. Padahal dana itu tidak ada dalam program di Kementerian Pertanian.
"Wah, saya tidak tahu menahu soal dana tersebut," kata Djoko kepada Jurnalparlemen.com, Mingu (18/9) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rapat kerja Komisi IV dengan Menteri Pertanian Suswono, Kamis (15/9) mencuat 'dana akrobat' Rp 500 miliar. Dana ini tidak ada dalam program Kementerian Pertanian tapi disusupkan oleh anggota Komisi IV dalam program lain.
"Tidak ada program, tapi dananya ada. Ini dana akrobat," kata anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) M Rosyid Hidayat
Dana sebanyak Rp 500 miliar itu untuk proyek dekomposer (pembuatan pupuk alami), kemudian disusupkan dalam program kesuburan lahan. Dalam rapat kerja dengan Mentan pada Oktober 2010, program kesuburan lahan telah dialokasikan untuk RAPBN 2011.
Kata Rosyid, semula dana ini untuk PSO (public service obligation) sapi yang akan diberikan kepada PT Berdikari. Namun kemudian diubah menjadi dana dekomposer, tapi PSO tetap diberikan kepada PT Berdikari. Padahal, PT Berdikari bukan perusahaan yang bergerak di bidang pupuk, tapi peternakan. "Akibatnya, oleh PT Berdikari disubkontrakkan ke perusahaan lain," jelas Rosyid.
(nwk/nwk)











































