"Memang tren popularitas Pak SBY kan cenderung turun. Kami sebenarnya bulan Agustus awal sudah melakukan survei dan popularitasnya terus turun. Kalau basisnya evaluasi kinerja, reshuffle bisa memberi solusi pengembalian popularitas SBY," ujar Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik kepada detikcom, Senin (19/9/2011).
Mahfudz menuturkan, penurunan popularitas SBY lebih banyak dipengaruhi maraknya kasus korupsi. Tentu saja tak terlepas dari kasus korupsi sejumlah Kementerian yang tengah diproses KPK.
"Kalau dari survei LSI memang menyatakan faktor pertamanya kasus korupsi, tapi yang lebih mempengaruhi adalah efek dari pemberitaan yang masif tentang korupsi selama tiga bulan terakhir," jelas ketua Komisi I DPR RI ini.
Utamanya menyangkut korupsi yang melibatkan mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. "Yang lebih masif sebenarnya menyangkut korupsi yang menyangkut anggota Partai demokrat. Itu menjadi pemberitaan masif di media," terang Mahfudz.
Seperti diberitakan, hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden SBY turun tinggal 37,7 persen. Ada sejumlah isu yang menjadi penyebab, termasuk masalah di 8 kementerian yang ikut mempengaruhi.
Tingkat kepercayaan itu menurun 15 persen. Pada Januari 2010, SBY masih berada di angka aman 52,3 persen. Dalam perhitungan LSI, angka 37,7 dianggap tidak aman. Korupsi dan skandal selingkuh menjadi salah satu penyebab.
(van/vit)











































