Penurunan Popularitas SBY Bukan Hal yang Mengejutkan

Penurunan Popularitas SBY Bukan Hal yang Mengejutkan

- detikNews
Senin, 19 Sep 2011 03:54 WIB
Penurunan Popularitas SBY Bukan Hal yang Mengejutkan
Jakarta - Hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden SBY turun hingga tinggal 37,7 persen. Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, menilai hasil tersebut tidak mengejutkan karena masyarakat memang sudah tidak percaya lagi terhadap SBY, bahkan cenderung apatis.

"Berapapun penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden itu wajar dan sudah dipahami. Apapun sikap yang dilakukan susah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat," kata Ray, saat dihubungi detikcom, Minggu (18/9/2011) malam.

Ray berpendapat, apa yang dilakukan SBY sebagaian besar hanya sebagai pencitraan. Sedangkan masyarakat semakin sadar apa yang diucapkan SBY tidak pernah terealisasi. Hal ini yang membuat masyarakat semakin tidak suka dengan SBY.

"SBY bertahan karena konstitusi mensyaratkan bahwa masa jabatan presiden 5 tahun, bukan karena politik ataupun bukan karena masyarakat mempercayai SBY," lanjutnya.

Mengenai isu reshuffle, Ray mengatakan, SBY terpaksa harus melakukannya jika ingin sedikit mengangkat pamornya. Namun Ray enggan menyebutkan siapa saja menteri yang pantas di-reshuffle. Ia hanya menjelaskan beberapa kriteria menteri yang harus diganti.

"Kriteria pertama yaitu yang terindikasi melakukan korupsi atau mengetahui korupsi tapi tidak melakukan pencegahan. Kriteria kedua adalah kapasitas kerjanya rendah dan yang ketiga adalah masalah moral," jelasnya.

(lrn/lrn)


Berita Terkait