"Pesawat sampai jam 17.00 WIB tadi. Tapi barang dijanjikan tiba pukul 19.00 WIB, tapi mundur lagi sampai 22.00 WIB," kata petugas Angkasa Pura II, Wiyadi, saat dihubungi detikcom, Minggu (18/9/2011).
Meski demikian, kata Wiyadi, para penumpang sudah diberi kompensasi makan. "Tidak ada gejolak apa-apa," kata Wiyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada perubahan suhu ekstrim di bandara, misal 34 derajat kita bisa angkut 30 ton, tiba-tiba 38 derajat ya harus dikurangi. Ini demi keselamatan penumpang juga," katanya.
Dia melanjutkan, Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang, Bandar Udara Sultan Thaha Syarifuddin Jambi, adalah yang mempunyai karakter perubahan temperatur.
"Tapi kalau dijelaskan, ada penumpang yang mengerti dan ada juga yang nggak mengerti," katanya.
Edward mengatakan, pihak maskapai juga siap mengantarakan barang bagasi penumpang ke tempat tujuan, jika penumpang tidak menunggu di bandara.
(lrn/fay)










































