"Aturannya kaca mobil angkot itu di atas 70 persen tembus cahayanya," kata Pristono saat ditemui di Terminal Lebak Bulus, Jakarta, Minggu (18/9/2011).
Pristono tiba di Terminal Lebak Bulus pukul 14.00 WIB. Pristono datang bersama rombongan berkisar 20 orang. Saat tiba, Pristono dan rombongan langsung bergerak ke Polsek Lebak Bulus. Di Polsek sudah ada angkot D02 yang berkaca gelap. Petugas Dishub kemudian mengeluarkan alat pengukur cahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai mempreteli lapisan kaca angkot tersebut, Pristono dan rombongan berjalan menuju angkot-angkot yang tengah menunggu penumpang. Ada 3 angkot yang tertangkap basah menggunakan kaca gelap. 2 Angkot itu adalah C14 jurusan Ciledug-Lebak Bulus dan C40 jurusan Petukangan-Lebak Bulus.
Kaca angkot itu pun diperiksa. Ketiganya diketahui mempunyai daya tembus cahaya di bawah 70 persen. Petugas Dishub kemudian mempreteli lagi lapisan kaca angkot tersebut.
"Surat-suratnya juga ditahan. Mereka di-BAP. Nanti akan ada sidang tilang," jelasnya.
Hingga pukul 15.30 WIB, Pristono dan rombongan masih terus menyisir. Namun pantauan detikcom, masih banyak angkot berkaca gelap yang tidak terdeteksi Dishub. Padahal angkot-angkot berkaca gelap tersebut memang kelihatan mencolok di Terminal Lebak Bulus.
(gus/fay)











































