LSI: Reshuffle Adalah Keharusan

LSI: Reshuffle Adalah Keharusan

- detikNews
Minggu, 18 Sep 2011 14:59 WIB
LSI: Reshuffle Adalah Keharusan
Jakarta - Kepercayaan publik yang terus merosot terhadap pemerintahan SBY dinilai sebagai momen untuk merombak kabinet. Reshuffle menteri adalah strategi tepat untuk menjaga kepercayaan publik di sisa masa pemerintahan.

"Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyimpulkan reshuffle kabinet untuk saat ini adalah sebuah keharusan. Tanpa penyegaran kabinet, prestasi SBY-Boediono tidak akan membubung tinggi," kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby usai memaparkan hasil survei kepuasan publik terhadap SBY-Boediono di kantornya, Jl Jl Pemuda, Jakarta Timur, Minggu (18/9/2011).

Hanya saja, LSI tidak menyebut secara pasti nama-nama menteri yang harus diganti. LSI hanya menyarankan, proses pergantian harus mempertimbangkan kualitas menteri baik dari parpol atau profesional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden perlu lebih selektif lagi memilih menteri dari parpol. Publik tidak pernah melihat menteri dari parpol atau profesional. Lebih ke pertimbangan kinerja di kabinet. Lebih kepada kompetensi di kinerja. Karena banyak juga profesional yang di parpol," tukas Al Faraby.

Kendati tidak menyebut nama-nama menteri, dalam survei-nya LSI menyebut berbagai nama menteri yang dianggap membuat kepercayaan publik menurun. Mereka yakni Menteri ESDM, Menteri BUMN, Menakertrans, Menteri Perumahan Rakyat, Menteri Pertanian, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menkum HAM.

Apakah survei ini disponsori pihak tertentu?

"Ini survei reguler kepada publik terhadap masalah-masalah yang berkembang. Ini survei independen yang didanai oleh hasil profit LSI. Profit ini diperoleh dari jasa konsultan politik yang diperoleh dari semua partai politik, yang berkompetisi di Pilkada di daerah daerah," ujarnya.

(Ari/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads