Suryadharma saat dijumpai di sela-sela acara halal bihalal di Masjid Istiqlal, Jakarta, tidak mau berandai-andai soal reshuffle. Saat ditanya apakah posisinya aman dari reshuffle, dia menampik menjawab.
"Wah saya tidak mengatakan begitu," kata Suryadharma Ali kepada detikcom di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (18/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi menurut saya Presiden tidak terkait waktu untuk melakukan reshuffle. Kapan saja kebutuhan itu ada, beliau tidak perlu ada momen ini itu, yang penting efektivitas kabinet agar tepat sasaran," kata Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Suryadharma mengingatkan reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Prestasi menteri bukanlah faktor mutlak yang menentukan seseorang bertahan di kabinet atau bukan.
"Jadi karena pengangkatan dan pemberhentian menteri adalah hak prerogatif Presiden maka reshuffle juga berdasarkan kebutuhan, bukan karena prestasi atau hal lain," ujarnya.
(anw/fay)











































