"Semua boleh berbicara, memberi masukan. Tapi jangan kemudian memaksakan. Itu hak prerogatif Presiden," kata Mallarangeng saat ditanya wartawan mengenai desakan reshuffle kabinet dari beberapa politisi.
Hal ini disampaikan Andi di sela-sela Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional di Istana Bogor, Bogor, Sabtu (17/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sih, tetap kerja saja sesuai dengan kontrak dengan Presiden," ujarnya santai.
Seperti diketahui nama Menpora Andi Mallarangeng terseret dalam kasus dugaan suap proyek Wisma Atlet SEA Games XXVI. Adalah mantan Bendahara Umum DPP PD M Nazaruddin yang menudingnya terlibat dalam kasus itu dan kasus pengadaan fasilitas olahraga di Hambalang, Sentul.
Terkait kasus itu, muncul wacana agar Andi Mallarangeng dicopot sebagai Menpora. Mantan juru bicara kepresidenan ini juga telah diminta keterangannya oleh KPK.
(lh/aan)











































