Menpora: Boleh Bicara Reshuffle, Tapi Jangan Memaksakan

Menpora: Boleh Bicara Reshuffle, Tapi Jangan Memaksakan

- detikNews
Sabtu, 17 Sep 2011 13:22 WIB
Bogor - Menpora Andi Mallarangeng tidak mempermasalahkan kasak-kusuk dirinya bakal digusur dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II. Bagi dia, semua pihak boleh memberikan masukan kepada Presiden SBY tentang reshuffle kabinet.

"Semua boleh berbicara, memberi masukan. Tapi jangan kemudian memaksakan. Itu hak prerogatif Presiden," kata Mallarangeng saat ditanya wartawan mengenai desakan reshuffle kabinet dari beberapa politisi.

Hal ini disampaikan Andi di sela-sela Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional di Istana Bogor, Bogor, Sabtu (17/9/2011).

Politisi dari Partai Demokrat (PD) ini mengaku tidak terganggu isu reshuffle kabinet yang kembali bermunculan. Dia mengaku lebih berkonsentrasi buat menjalankan pekerjaan di Kemenpora, seperti pelaksaan SEA Games XXVI.

"Saya sih, tetap kerja saja sesuai dengan kontrak dengan Presiden," ujarnya santai.

Seperti diketahui nama Menpora Andi Mallarangeng terseret dalam kasus dugaan suap proyek Wisma Atlet SEA Games XXVI. Adalah mantan Bendahara Umum DPP PD M Nazaruddin yang menudingnya terlibat dalam kasus itu dan kasus pengadaan fasilitas olahraga di Hambalang, Sentul.

Terkait kasus itu, muncul wacana agar Andi Mallarangeng dicopot sebagai Menpora. Mantan juru bicara kepresidenan ini juga telah diminta keterangannya oleh KPK.

(lh/aan)


Berita Terkait