"Sudah sangat kondusif sejak dua hari lalu berangsur baik dan kembali normal seperti semula," kata Ketua Beta Maluku-Jakarta, Ongen Sangaji kepada detikcom, Jumat (16/9/2011).
Ia mengatakan, karyawan perkantoran dan gedung pemerintahan sudah kembali menjalankan aktivitasnya masing-masing. Pasar-pasar baik tradisional maupun modern, gedung perkuliahan dan sekolahan serta tempat-tempat umum lainnya juga menunjukkan situasi yang normal seperti sedia kala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ongen mengatakan, ia selama ini selalu berkoordinasi dengan aparat Maluku, sejumlah tokoh masyarakat, agama dan pemuda untuk mengetahui situasi terkini di sana. Setiap informasi yang ia terima, selalu di kroscek ke masyarakat setempat.
"Saya selalu koordinasi dengan orang yang bisa percaya. Setiap informasi yang saya terima, saya cari tahu dulu kebenarannya, sehingga isu-isu tidak merebak dan memperkeruh suasana," jelas dia.
Bahkan, ia sendiri dan kelompoknya di Jakarta membentuk tim Beta Maluku. Tim ini, kata dia, dibentuk untuk membuat situasi Ambon aman dan tenteram.
"Saudara-saudara kita di sini mempercayakan saya untuk menerima informasi yang akurat dari saya. Jadi semua satu pintu, agar informasi tidak keliru dan menjadi simpang-siur," ujarnya.
Ia melanjutkan, dirinya sendiri pernah mendengar informasi bahwa Front Pembela Islam (FPI) akan datang ke Ambon. Guna mengetahui kebenarannya, Ongen menghubungi langsung pihak FPI yang diketuai oleh Habib Rizieq itu.
"Saya sendiri sudah cek ke pihak Habib Rizieq, dalam hal ini Munarman yang saya hubungi, bahwa terkait ada pergerakan FPI ke Ambon, beliau katakan itu tidak benar. Yg benar, Jumat tadi FPI akan membantu saudara-saudara kita di Maluku, itu yang saya dengar dari Munarman," paparnya.
"Saya katakan, silakan bantu dengan bantuan sosial," kata dia.
Ongen juga meminta kepada semua pihak untuk menciptakan suasana yang damai di bumi Maluku. Masyarakat yang tidak mengerti tentang Maluku, diminta untuk tidak mencampuri dan memprovokasi.
"Biarkan masyarakat Maluku selesaikan dengan cara Maluku. Masyarakat yang tidak tahu, jangan menambah isu-isu yang tidak benar dan memprovokasi," kata dia.
Menurutnya, biarkan rakyat Maluku menyelesaikan permasalahan mereka dengan adat dan kebiasaan mereka.
"Di sana punya adat. Peran raja sangat penting untuk menyelesaikan konflik daerahnya. Jangan menambahan keresahan dan kerisauan. Kita sudah capek dengan isu-isu, tolong jangan buat kami resah," ujar dia.
Sementara itu, ia mengimbau kelompoknya untuk tidak terhasut oleh isu-isu yang belum dapat diuji kebenarannya. Sementara ia sendiri tidak melarang bila ada kelompoknya yang akan ke Ambon dalam waktu dekat, asal tidak melakukan hal-hal yang dapat memperkeruh suasana.
"Datang untuk melihat keluarganya itu wajar, tapi kalau datang untuk berikan informasi yang tidak benar dan melakukan tindakan tidak benar, saya cegah," kata dia.
(mei/ape)











































