"Australia ternyata memiliki potensi wisatawan kalangan atas atau jetset yang besar," kata Sekretaris Bali Village Gilda Sagrado pada acara hasil promosi wisata ke Australia di Hotel Swiss Bell, Nusa Dua, Jumat (16/9/2011).
Gilda menjelaskan, Bali saat ini membutuhkan pasar wisatawan yang berkualitas daripada hanya mengejar kuantitas untuk meningkatkan pariwisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wisatawan jetset menginginkan pelayanan yang mewah dan belum dinikmati oleh wisatawan umumnya. Bali memiliki potensi tersebut namun belum digarap oleh industri pariwisata," kata Gilda.
Sebagai langkah awal untuk menyasar pasar jetset, Bali Village bersama enam industri pariwisata menggelar promosi ke Australia bertajuk Australian Sales Mission pada 7 September 2011.
Promosi itu melibatkan enam hotel dan villa bintang lima, yaitu Hotel Grand Hyatt, W Seminyak, The Seminyak, The Paviliuan Bali, Nusa Dua Beach Hotel, Maca Villas. "Segmentasi yang kita sasar adalah travel agen Australia untuk pasarkan produk menengah ke atas (luxury). Nantinya akan menyasar segmentasi jetset," kata Gilda.
Selama melakukan promosi ke beberapa kawasan, yaitu Perth, Melbourne, dan Sidney terjadi traksaksi senilai 4,8 juta dolar Australia. "Tahun depan kita menargetkan lebih dari angka itu," kata Gilda.
Sementara itu, tingkat kunjungan wisatawan Australia ke Bali pada periode Januari-Juli 2011 dibandingkan tahun 2010 meningkat sebesar 26,3 persen. "Australia menyimpan potensi pasar yang menjanjikan," kata Gilda.
(gds/fiq)











































