Pernyataan itu disampaikan oleh Koordinator Lapangan Pemindahan Candi dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, Wagiyo Jumat (16/09/2011) disela-sela pemindahan Candi Lumbung. โBangunan candi mulai kami bongkar dari bagian atas dan batu candi langsung dipindah ke perkampungan yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi semula,โ tegas Wagiyo.
Bangunan candi berada di persawahan tepi Sungai Pabelan dan tidak ada akses jalan masuk ke lokasi membuat petugas sempat kesulitan. Namun, petugas mensiasati dengan cara manual yaitu membuat papan luncur batu dari kayu. Kemudian menuju truk yang berada di bawah tebing di Sungai Pabelan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembongkaran dilakukan secara manual dengan alat bantu tambang dan papan karena alat berat tidak bisa sampai ke lokasi, mengingat kondisi medan cukup berat," tuturnya.
โAda sebanyak 25 tenaga kerja terlibat dalam pemindahan candi Hindu ini. Mereka terdiri dari petugas BP3 Jateng dan tenaga lepas. Untuk menyelesaikan pembongkaran bangunan candi yang berukuran delapan meter kali 8,5 meter tersebut tidak ada target karena dilakukan secara manual. Mudah-mudahan sebelum datang musim hujan sudah selesai,โ jelas Wagiyo.
Untuk memudahkan rekonstruksi bangunan candi yang terdiri atas 27 lapis dalam pembongkaran setiap batu diberikan nomor registrasi. Hal ini untuk menghindari keculitan saat menyusun kembali candi ditempat pemindahan yang bersifat sementara.
โPemindahan bersifat sementara. Perkiraanya akan sampai lima tahun. Setelah lokasi candi diperkuat dan dianggap aman dari ancaman bahaya banjir lahar dingin maka bangunan candi akan dikembalikan seperti semula,โ tutup Wagiyo.
(ape/ape)











































