Bentrok Ambon, Kapolda Metro: Jangan Terprovokasi Isu-Isu

Bentrok Ambon, Kapolda Metro: Jangan Terprovokasi Isu-Isu

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2011 16:12 WIB
 Bentrok Ambon, Kapolda Metro: Jangan Terprovokasi Isu-Isu
Jakarta - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengimbau masyarakat Jakarta dan sekitarnya tidak terprovokasi isu-isu mengenai bentrokan di Ambon. Masyarakat diminta lebih dewasa dalam mencermati isu-isu tersebut.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Radjab mengatakan, peristiwa di Ambon sangat berdampak terhadap situasi di Jakarta. Dengan adanya informasi dan teknologi yang berkembang pesat, dapat mempermudah menghantarkan isu-isu ke wilayah-wilayah lain dengan cepat.

"Seperti di Ambon ini harus disikapi dengan cerdas, ini isu apa fakta. Info yang beredar sedemikian cepat ini coba disikapi dengan dewasa. Cermati dulu, apakah isu atau fakta," kata Untung kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan pihaknya terus meningkatkan pengamanan di sejumlah pintu keluar menuju ke kawasan Indonesia bagian timur.

"Setelah itu, kita terutama di pelabuhan dan bandara ini jadi perhatian," kata Baharudin dalam kesempatan yang sama.

Khusus di pelabuhan, polisi telah melakukan razia sejumlah senjata tajam, senjata api dan barang berbahaya lainnya.

Sementara itu, Baharudin mengatakann pihaknya tidak bisa mencegah warga Jakarta yang akan pergi ke Ambon. Namun, pihaknya hanya bisa mencegah agar warga Ambon yang berangkat dari Jakarta tidak membawa barang berbahaya di kapal.

"Kita tidak bisa larang orang untuk bepergian," kata Baharudin.

Sementara itu, Baharudin juga mengapresiasi gerakan-gerakan warga yang menyerukan perdamaian di Ambon.

"Yang perlu diapresiasi ini ke tokoh-tokoh di Jakarta ini banyak memberikan langkah sosial dukungan dalam bentuk pendekatan budaya dan kekerabatan untuk situasi itu," tutup Baharudin.


(mei/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait