KPU Tunggak Pulsa 1 Miliar
Selasa, 06 Jul 2004 21:03 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menunggak pembayaran pemakaian pulsa prabayar layanan data melalui sambungan telepon satelit yang dikelola PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) untuk proyek Tabulasi Nasional Pemilu (TNP) legislatif lalu."Jumlahnya sekitar Rp 1 miliar," ungkap Wasekjen KPU Sussongko Suhardjo, di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2004 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (6/7/2004). Berdasarkan surat Kepala Biro Keuangan KPU Hamdani Amin kepada Kepala Biro Data dan Informasi KPU Dalail yang tertanggal 16 Juni 2004, terungkap Dirjen Anggaran Departemen Keuangan RI ternyata belum menyetujui tambahan biaya TI KPU untuk kegiatan tabulasi nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, saat ini addendum (perubahan) terhadap perjanjian perpanjangan sewa jaringan PT PSN oleh KPU sedang dalam proses pertimbangan. Terutama mengenai langganan bulanan leased line channel untuk ruas Lemah Abang-Slipi (Jakarta-Excelcom) dan Lemah Abang-Imam Bonjol (Jakarta-Telkom) untuk tiga bulan ke depan yang sudah berakhir sejak 30 April 2004. Ketika itu Direktur Teknik PT PSN Achdiat Djajawinata sempat menyatakan, pihaknya tidak akan lagi bertanggung jawab terhadap perpanjangan perjanjian sewa leased channel kepada Excelcom dan Telkom apabila KPU tidak segera memberi kepastian hukum perpanjangan sewa link untuk pilpres.Sekadar diketahui, kebutuhan pulsa pra bayar telepon satelit untuk pemilu legislatif lalu adalah Rp 1.104.094.148 (biaya pulsa per menit Rp 1.750). Masih tersisa pulsa sebesar Rp 352.780.852. Sedangkan pulsa untuk data yang diperlukan untuk tabulasi pilpres diperkirakan mencapai Rp 487.410.000. Nilai itu belum termasuk kebutuhan pulsa suara senilai Rp 342.440.983. Sehingga total kebutuhan untuk pilpres adalah Rp 829.850.983.Menurut rilis yang dikeluarkan oleh PT PSN pada lima hari lalu, Direktur Operasional PSN Rian Alisjahbana mengungkapkan, pihaknya sudah mengingatkan KPU segera mengisi ulang pulsa-nya sejak pertengahan Mei lalu. Hingga kini KPU belum mengisi ulang pulsa prabayar untuk keperluan tabulasi pilpres.Lebih lanjut Sussongko menjelaskan, KPU baru akan melunasi tunggakannya setelah didapat jumlah pasti pemakaian pulsa selama berlangsungnya proyek tabulasi pemilu legislatif lalu. Ia menjamin, tunggakan yang ada tidak akan mengganggu akses masyarakat terhadap data hasil perolehan suara pilpres. Jawaban senada juga disampaikan oleh Wakabiro Data dan Informasi KPU Moyong Heryanto. Dijelaskannya seluruh penggunaan pulsa akan dilunasi segera setelah fasilitas tabulasi TI KPU untuk pilpres selesai digunakan.Namun ketika dikonfirmasi mengenai tunggakan tersebut, Penanggung jawab TI Pilpres KPU Chusnul Mar'iyah memberikan jawaban yang bertolak belakang. Ia menegaskan, pihaknya sudah melunasi semua urusan pulsa kepada PSN. "Siapa bilang? Semua udah beres kok!" bantahnya pendek sambil berlalu.
(mar/)











































