“SBY juga perlu evaluasi. Ini terkait dengan cara ia memilih menteri-menterinya, mengawasi kinerja menteri dan komitmen pemberantasan korupsi,” kata Febri dalam talk show DPD RI bertajuk 'Kementerian Sarang Koruptor?' di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9/2011).
SBY diminta mengevaluasi rekruitmen menteri dan bukan berdasar kontribusi partai politik. Menteri, lanjut Febri, sebaiknya dipilih berdasarkan kemampuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Febri berharap jangan sampai isu reshuffle menjadi bola politik dengan hanya mengganti menteri tertentu karena transaksi politik baru. Ia menegaskan, evaluasi harus dilakukan terhadap presiden dan kementeriannya sendiri.
“Rekruitmen politik menjadi tantangan, kalau kementerian dibawah presiden digerogoti oleh virus korupsi, kalau tidak ada upaya luar biasa dari presiden maka omong kosong soal pemberantasan korupsi,” jelas Febri.
(feb/gun)










































