Pemuka Agama Tolak Undangan Presiden SBY

Pemuka Agama Tolak Undangan Presiden SBY

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2011 14:21 WIB
Jakarta - Aksi doa bersama yang digelar oleh Aliansi Lintas Agama, selama 3 hari, rupanya mengundang apresiasi dari Presiden RI. Para pemuka agama yang melakukan aksi tersebut, ditawari undangan oleh SBY untuk bertemu di Istana Negara.

Hal itu diungkapkan oleh para pemuka Agama, saat jumpa pers yang digelar, di Trotoar, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2011). Para pemuka agama tersebut, sepakat untuk menolak undangan SBY.

"Hari ini kita diundang oleh SBY, tapi kita sepakat untuk menolak. Mengapa? Karena kita tidak mengharapkan pertemuan, tapi kita mengharapkan perubahan," tegas KH Ahmad Daman Huri, pemuka agama yang mewakili umat Islam, kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad, bersama pemuka agama lainnya, menolak undangan tersebut karena sudah tidak percaya dengan pemerintah. Ia berharap agar doa mereka dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa demi Indonesia yang damai dan adil.

"Bumi pertiwi ini diisi oleh para pembohong, di pemerintah banyak pembohong, di DPR banyak pembohong. Kita minta pada Allah SWT semuga bumi pertiwi ini tidak diisi lagi oleh para pembohong," Cetus Ahmad.

Bagus Indra, pemuka agama yang mewakili umat Hindu, juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya undangan tersebut ditolak, karena dirinya dan pemuka agama lainnya sedang beribadah.

"Kita sepakat menolak undangan tersebut. dan kita berharap agar doa bersama dikabulkan oleh Tuhan, dengan diberikannya pemimpin yang mampu melakukan perubahan," jelasnya.

Pantauan detikcom, nampak sekitar 200 orang sedang khusyuk melakukan doa sesuai kepercayaan masing-masing. Aksi ini juga tidak menggangu lalu lintas, karena dilakukan di trotoar Jl Medan Merdeka Barat.

Aksi akan diramaikan peragaan budaya seperti atraksi barongsai. Sejumlah tokoh agama seperti Salahuddin Wahid, Syafii Ma'arif, dan eks Menko Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli dan Pendeta Andreas Yewangoe juga dijawalkan hadir.

Peserta terus berdatangan ke lokasi. Acara doa bersama akan diakhiri sekitar pukul 18.00 WIB. Aksi tidak mengganggu arus lalu lintas karena peserta melakukan aksinya di trotoar Jalan Medan Merdeka Barat. 20 Polisi terlihat berjaga-jaga.

(gah/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads