Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengaku menangkap kesan yang cukup kuat bahwa wacana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II kali ini sepertinya bukan main-main.
"Kali ini saya menangkap sinyal dan bahasa tubuh yang jelas, clear dari Staf Presiden bidang Politik Daniel Sparingga. Saya berpendapat, seandainya hari ini Presiden melakukan reshuffle, ini momentum terakhir beliau dari segi ketepatan waktu. Jika bulan-bulan ini tidak reshuffle, maka semua akan terlambat, karena momentum sudah tidak tepat," ujar Priyo Budi Santoso di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Jumat (16/9).
Priyo menilai, pernyataan Mensesneg Sudi Silalahi soal evaluasi bisa dilakukan Presiden untuk hal-hal yang bersifat kedinasan, kinerja dan pribadi merupakan bahasa terang benderang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(nwk/nwk)











































