Penghuni Apartemen Tewas Terjatuh ke Taman Hotel Intercontinental

Penghuni Apartemen Tewas Terjatuh ke Taman Hotel Intercontinental

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2011 10:20 WIB
Jakarta - Seorang lelaki berusia 44 tahun bernama Alfa Belinyu ditemukan tewas bersimbah darah di taman lantai 3 Hotel Intercontinental, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Korban diduga bunuh diri dengan cara meloncat dari lantai 23 G.

"Korban ditemukan pada Kamis (15/9) pukul 23.40 WIB. Saat ditemukan di taman oleh satpam hotel, korban sudah dalam keadaan tewas," kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Johanson Ronald Simamora saat dihubungi wartawan, Jumat (16/9/2011).

Peristiwa itu bermula ketika satpam hotel bernama Abdul Munif (38) berjalan di sekitar taman dan menemukan korban. Korban ditemukan telah meninggal dunia dengan posisi telungkup dan mengenakan baju kaos batik, celana panjang hitam, sepatu kulit putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban tewas dengan luka patah kedua tangan dan kakinya. Sedangkan wajah dan punggungnya memar," kata Johanson.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke petugas Polsek Metro Tanah Abang. Petugas yang datang ke lokasi melakukan olah TKP dan identifikasi jenazah korban.

Sementara itu, adik korban, Bong Kion Khen Belinyu (40) sebelum menemukan kakaknya tewas, sempat menghubungi korban. "Namun karena tidak diangkat-angkat, dia akhirnya mendatangi apartemen The Plaza Residence," ujar dia.

Korban diduga sengaja bunuh diri dengan lompat dari Lantai 23 G Apartemen The Plaza Residence, tempat korban menginap. Kemudian korban terhempas di taman di lantai 3 Hotel Intercontinental. Dugaan bunuh diri warga Sidamukti Rt. 01/19 Cilodong Depok ini diperkuat dengan ditemukannya surat wasiat di atas meja apartemen tersebut. Surat wasiat tersebut berisi:

"Maafkan saya, semua orang yang saya sanyangi dan semua yang sayangi saya. Atas putusan ini saya jalan di tempat yang baru, semoga di sana baik adanya dan bisa berjumpa lagi. Nanti badan/jenazah dibakar saja lalu ditabur dekat laut boleh/di dekat bukit atau pepohonan juga boleh" begitu pesan terakhir korban".

Mayat korban selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat untuk dilakukan otopsi.

(mei/gus)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini