"Itu (pemakaian seragam dan ID) juga sudah disarankan DTKJ sejak tahun lalu ke Dinas Perhubungan, harusnya sopir-sopir angkutan berseragam juga diberi ID yang dikeluarkan Dinas Perhubungan," ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan.
Hal itu dikatakan Azas Tigor ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (15/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maraknya sopir tembak, disebabkan karena penumpang sudah sedikit karena beralih ke sepeda motor, sehingga jumlah setoran makin menyusut. Nah, daripada rugi dan mobil tidak beroperasi, operator dan sopir resmi terkadang memberikan angkot bagi siapa pun yang mau 'narik'.
"Ini kan jadi nggak terkontrol. Yang banyak nabrak, banyak berbuat kriminal itu sopir tembak. Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, harus ada kebijakan baru. Razia sesering mungkin, sambil berjalan mengeluarkan keharusan semua punya ID yang dikeluarkan Dishub, Polda dan operator," jelasnya.
(nwk/nrl)










































