"Saya baru sekali melakukannya. Saya tidak kenal (korban-red)," ujar Yogi sat ditemui di tahanan Polres Jakarta Selatan, Jl Wijaya, Jaksel, Kamis (15/9/2011).
Yogi mengaku sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot. Ia melakukan tindakan bejatnya malam itu bersama Andri, Arif dan Sebastian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yogi bersama rekannya itu melakukan aksinya Kamis (1/9) malam lalu. Menggunakan angkot D-02 jurusan Pondok Labu-Ciputat dengan nomor polisi B 8369 CN, Yogi menipu seorang calon penumpang, RS. RS yang hendak pulang ke tempat tinggalnya di Pasar Rebo Jakarta Timur berniat mencegat angkutan umum di perempatan Cilandak (ujung Jl Ampera).
Angkot yang dikendarai Yogi menghampiri RS dan menawarkan jasa mengantar perempuan tersebut. Karena di dalam angkot terdapat 3 orang lainnya, RS tak menaruh curiga. Tapi apa lacur. Tiga penumpang lain yang berada di dalam angkot ternyata merupakan teman Yogi. Mereka merampas barang-barang RS dan memerkosa RS secara bergiliran.
"Korban diperkosa dalam keadaan angkot berjalan. Agar tidak dicurigai pintu angkot ditutup rapat, lampu tengah dimatikan dan distel musik keras-keras," ujar Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Aswin.
Kini Yogi meringkuk di tahanan sementara tiga orang lainnya masih buron.
(adi/fay)











































