Dishub DKI: Angkot Tak Boleh Pakai Kaca Gelap

Dishub DKI: Angkot Tak Boleh Pakai Kaca Gelap

- detikNews
Kamis, 15 Sep 2011 16:11 WIB
Jakarta - Untuk mencegah kasus pemerkosaan di angkutan kota (angkot) tak terulang lagi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusulkan agar angkot dilarang pake kaca gelap. Tujuannya agar aktivitas dalam angkot terpantau oleh masyarakat sekitar.

"Saya minta angkot nggak boleh menggunakan kaca gelap. Nggak perlulah angkutan umum pakai kaca gelap," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono kepada detikcom, Kamis (15/9/2011).

Menurut Udar, kaca yang transparan membuat penumpang yang naik dan turun bisa disortir. Selain itu, jika terjadi tindak kejahatan di dalamnya, masyarakat yang sedang berada di lokasi bisa bertindak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu pengaman dari segi fisik," katanya.

Selain itu, Pristono juga mengharapkan angkot-angkot yang beroperasi di Jakarta tidak dimiliki secara individual. Karena dengan pengelolaan yang sifatnya pribadi maka pengawasan akan susah diawasi.

"Otomatis mereka akan berangkat dari garasi sendiri tanpa pengawasan dari pemiliknya apakah si sopir atau angkot dalam kondisi yang layak jalan," terangnya.

Pristono menyarankan, harusnya pengusaha angkot memiliki manajemen seperti Kopaja AC yang memiliki pool dan manajemen yang baik.

"Dengan sistem itu akan terjaring mana sopir yang benar atau tidak. Kalau ada sopir tembak juga bisa ketahuan. Selain itu sopir-sopir dengan manajemen pasti akan mengikuti diklat," jelasnya.

Dishub dan Polda lanjutnya akan terus berbuat untuk mengamankan dan memberikan kenyamanan bagi penumpang. Namun, kerja sama dari pemilik angkota dia harapkan tetap dilakukan.

"Jadi pengawasan tidak bisa di hilir saja, dari hulu juga. Kalau kita Polda dan Dishub tentunya berusaha untuk tetap meningkatkan keamanan sesuai dengan topoksinya masing-masing. Dan si pemilik mobil juga harus mengawasi siapa yang menyetir mobilnya, dia harus tanggung jawab," katanya.

Kepada para penumpang, Pristono meminta agar berani berteriak jika diperlakukan tidak manusiawi.

"Penumpang khususnya wanita lebih berhati-hati, kalau melihat ada yang tidak beres sebaiknya cepat berganti angkutan," sarannya.

(lia/gun)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads