Ketua MPR akan Buka Forum Awal Penyatuan KNPI

Ketua MPR akan Buka Forum Awal Penyatuan KNPI

- detikNews
Kamis, 15 Sep 2011 13:48 WIB
Jakarta - Setelah sekian lama dilanda perpecahan internal, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) siap menyatukan semua faksinya. Persiapan awal penyatuannya dibahas dalam forum Majelis Permusyawaratan Pimpinan (MPP) KNPI yang akan dibuka Ketua MPR Taufiq Kiemas.

Menurut jadwal, forum MPP KNPI akan berlangsung pada 16-17 September di Hotel Sheraton Media, Jakarta. Agenda utamanya adalah mempersiapkan kongres bersama dua kubu DPP KNPI selambatnya pada 28 Oktober 2011.

"Peserta forum MPP KNPI ini adalah para ketua organisasi kemasyarakat dan pemuda (OKP) serta ketua DPD KNPI se-Indonesia," ujar Ketua Umum DPP KNPI versi Kongres Bali, Aziz Syamsuddin, dalam siaran pers kepada wartawan, Kamis (15/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskannya bahwa MPP tersebut merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi kedua setelah kongres dalam organisasi KNPI. Menurutnya, sesuai dengan AD/ART KNPI, maka MPP wajib digelar sebelum penyelenggaraan kongres.

Sejumlah agenda yang akan dibicarakan dalam forum MPP KNPI adalah mendengar pandangan daerah-daerah untuk menentukan kapan dan dimana kongres bersama KNPI itu diselenggarakan serta siapa saja yang bisa menjadi peserta.

Selanjutnya setelah forum MPP berhasil menyepakati tempat dan waktu penyelenggaraan kongres bersama KNPI, maka segera dibentuk panitia pengarah (SC) panitia pelaksana (OC) kongres itu serta menyusun sejumlah aturan main kongres.

Aziz mengatakan, penyelenggaraan kongres bersama KNPI tersebut selambat-lambatnya 28 Oktober mendatang sudah menjadi kesepakatan antara dirinya dengan kubu Dolly Kurnia dan disaksikan oleh Menpora Andi Mallarangeng pada 4 April 2011 lalu.

"Kita ingin menyatukan kongres dan untuk itu kita lakukan musyawarah sebelumnya. Saya juga mengajak semua elemen yang ada di KNPI untuk merumuskan bagaimana organisasi ini dimasa mendatang. Saya juga tidak akan maju kembali sebagai ketua KNPI," tandasnya.

(van/lh)


Berita Terkait