Pendeta Jack Manuputty yang merupakan aktivis perdamaian mengatakan pihaknya menerima isu baik SMS atau dari mulut ke mulut mengenai dibunuhnya warga Gudang Arang, Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Isu ini bohong belaka dan pihaknya meminta semua pihak tenang.
"Ada isu salah satu warga Gudang Arang dipotong di depan Hotel Amans Mardika. Isu ini tidak benar! Tidak ada!" tampik pendeta Jack Manuputty dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (15/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, ada juga isu-isu yang disebar di komunitas Muslim. Lagi-lagi isu itu berkisah soal tukang ojek dibunuh, kali ini di kawasan Belakang Soya.
"Isu itu tidak benar! Si tukang ojek itu terjatuh saat mengantar penumpang dan dia dilarikan ke RSU Al Fatah Ambon," tutur Abidin Wakano, Direktur Lembaga Antar Iman.
Baik Jack dan Wakano sama-sama berpendapat ada provokasi pihak ketiga yang ingin mengadu domba warga Kota Ambon yang sebenarnya cinta damai. Warga tidak ingin lagi terjebak provokasi semacam itu lagi di tengah situasi Ambon yang sudah kondusif.
"Tujuan provokator tidak tercapai, jadi sekarang serangan isu dimainkan. Warga jangan percaya dan aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap para provokator yang memainkan isu-isu ini," pinta Wakano.
Sementara itu, hampir semua toko, ruko dan pusat perbelanjaan Ambon Plaza sudah dibuka. Aktivitas warga mulai berjalan seperti biasa. Bahkan mobil angkot sudah melintas di jalur bekas lokasi pertikaian.
(han/fay)











































