"Saya tidak pernah dilapori adanya penggunaan dana talangan untuk kegiatan Kemenpora," kata Andi Mallarangeng dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Kamis (15/9/2011) pagi.
Andi menjelaskan, semua kegiatan menteri menggunakan dana dari Kemenpora yang bersumber dari APBN. "Setahu saya, semua kegiatan Kemenpora termasuk kegiatan menteri menggunakan dana Kemenpora yang bersumber dari APBN," lanjut Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data yang didapatkan, sebanyak Rp 10,12 juta dikeluarkan Kemenpora tanggal 24 Januari 2011 untuk biaya bahan RDP dengan Komisi X. Selang beberapa hari kemudian, untuk keperluan yang sama, dikeluarkan lagi dana sebesar Rp 15 juta.
Dana talangan ini juga digunakan untuk membayar rangkaian bunga ucapan selamat maupun tanda duka cita. Saat Adjie Massaid meninggal, Kemenpora juga mengeluarkan dana Rp 900 ribu dari dana talangan untuk membayar rangkaian bunga duka cita dari Dewi's Florist.
25 Februari 2011, biaya pemeriksaan cek darah Vitri Mallarangeng sebesar Rp 853 ribu juga dibayarkan melalui dana talangan. Saat Andi membeli obat di Apotik Bendungan Hilir, Kemenpora juga membayar sebesar Rp 434 ribu.
Dana ini juga dikucurkan untuk membiayai jamuan makan menteri dan tamu-tamunya. Dananya beragam, ada yang Rp 1,5 juta, Rp 8 juta, Rp 9,028 juta hingga Rp 13,7 juta. Untuk biaya BBM serta biaya uang Tol selama bulan Januari, Februari, Maret dan April masing-masing dikucurkan sebesar Rp 20 juta.
Ada juga pembelian cenderamata untuk Dharma Wanita sebesar Rp 5,2 juta.
Pembayaran Galaxy Tab Menteri tanggal 20 April Rp 443 ribu. Sedangkan 31 Maret
Pembayaran telepon dinas menteri dan sespri bulan Maret 2011 sebesar Rp 5,3 juta. Sedangkan bulan sebelumnya dikucurkan dana untuk biaya yang sama sebesar Rp 7,6 juta.
(anw/ahy)











































