Citilink Diminta Belajar dari Maskapai Asing dalam Melayani Difabel

Citilink Diminta Belajar dari Maskapai Asing dalam Melayani Difabel

- detikNews
Kamis, 15 Sep 2011 07:48 WIB
Jakarta - Seorang calon penumpang tuna netra kecewa setelah maskapai Citilink menolak dirinya terbang karena tidak bersama pendamping. Komnas HAM mengimbau Citilink belajar dari maskapai asing dalam melayani penumpang difabel (penyandang cacat).

"Dalam Undang-undang tentang Penerbangan disebutkan maskapai harus melayani, jadi tidak ada istilah penyandang difabel membawa pendamping," kata Komisioner sub bidang Penyuluhan dan Pendidikan Saharuddin Daming, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (14/9/2011).

"Maskapai nasional harus belajar kepada maskapai asing dalam melayani penyandang cacat yang akan menggunakan jasa penerbangannya," imbuh Daming.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia memberikan contoh pelayanan maksimal yang diberikan oleh maskapai asing dalam melayani kaum difabel.

"Sejak check in para petugas maskapai sigap melihat calon penumpang yang berkebutuhan khusus dan membantunya. Kalau di kita harus isi ini-itu, kan jadi panjang alurnya," jelas Daming.

Guna mengatasi terus terulangnya perlakuan diskriminatif terhadap para penyandang cacat yang akan menggunakan maskapai penerbangan, Daming mengimbau setiap maskapai harus menyediakan personel yang mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu melayani kebutuhan penumpang difabel.

(ahy/anw)


Berita Terkait