Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Muhammad Amron mengatakan, status waspada yang diberikan kepada 7 waduk tersebut bukan berarti waduk dalam kondisi surut air akibat kemarau yang saat ini terjadi di Indonesia.
"Debit air masih normal hanya yang dimaksud waspada adalah alokasi air yang dialirkan dari tiap waduk harus dibatasi mengingat keterbatasan air di musim kemarau seperti sekarang," kata Amron saat berbincang dengan detikcom, Rabu (14/9) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amron mencontohkan, waduk Jatiluhur pasokan normal air di Waduk Jatiluhur adalah 80 meter kubik per detik. Alokasi tersebut antara lain untuk pasokan air baku yang kemudian diolah menjadi air bersih, irigasi, dan insdustri.
"Karena kemarau penghematan dalam setiap alokasi harus dilakukan. Misalnya untuk irigasi penggunaanya 70-80 persen dikurangi menjadi 40 persen, jadi irigasi harus dibatasi," jelas Amron.
Untuk kebutuhan air baku sampai saat ini masih bisa terpenuhi, khususnya untuk warga Jawa Barat dan DKI Jakarta yang banyak menggunakan air bersih dari hasil pengolahan air baku.
Alokasi air bisa kembali normal, kata Amron, bila pengisian air di waduk kembali berjalan normal.
(ahy/anw)











































