Kapolda Sulselbar: Warga Makassar Jangan Terpancing

Kapolda Sulselbar: Warga Makassar Jangan Terpancing

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2011 21:29 WIB
Kapolda Sulselbar: Warga Makassar Jangan Terpancing
Makassar - Kapolda Sulselbar Irjen Johny Waenal Usman meminta pada warga Makassar agar tidak terpancing dengan isu-isu yang berkembang, pasca terjadinya peristiwa penusukan yang dilakukan Petrus, sopir angkot jurusan Sentral-Daya, yang menewaskan 3 warga.

Hal ini disampaikan oleh Johny saat ditemui di rumah duka keluarga Zaldi, di kompleks BTN Hamzi Blok E, Makassar, malam ini, Rabu (14/9/2011).

"Kami sudah berkomunikasi dengan gubernur dan walikota agar mengimbau warganya agar tidak emosi dan bisa menahan diri, agar tidak melakukan tindakan apa pun terkait peristiwa ini," pungkas Johny.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Johny meminta keluarga korban agar bersabar dan memberi kepercayaan pada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. "Pelaku akan kami beri pasal yang berat akibat perbuatannya, saat ini dia masih diperiksa, dugaan dia kurang waras itu masih perlu pendapat dari psikiater," tambah Johny.

Johny menyebutkan pihaknya menurunkan seluruh personelnya untuk berjaga-jaga, demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif di wilayah Makassar dan sekitarnya. Pihaknya juga sudah melakukan pembongkaran di pondok yang sering digunakan pelaku berpesta miras, tidak jauh dari TKP.

Dari pantauan detikcom, sekitar 300 personel polisi dari Brimob, Sabhara dan Reserse diturunkan untuk berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian dan rumah duka, serta mengantisipasi kemungkinan adanya serangan dari keluarga korban.

Sebuah mobil lapis baja Barakuda juga diparkir di samping jalan masuk BTN Hamzi, rumah dua korban tewas yakni Zaldi (10 tahun) dan Edi (15 tahun).

Jenazah Edi pada sore tadi sudah dibawa ke kampung halamannya, di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sedangkan jenazah Zaldi akan diberangkatkan ke kampung halaman orang tuanya, di Desa Campagaloe, Kec. Bissappu, Kab. Bantaeng, Sulsel. Sedangkan jenazah purnawirawan Polri, Syamsul Alam disemayamkan di rumahnya, di kompleks Bumi Tamalanrea Permai Blok E, Makassar.

Sementara tiga korban lainnya masih dirawat di dua rumah sakit berbeda, yakni Isa (40 tahun) dan Fadli (21 tahun) di RS Wahidin Sudirohusodo dan Jaya (18 tahun) di RS Ibnu Sina.


(mna/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads